Kepedulian


Setelah mengadakan penjanjian untuk wawancara pada hari sebelumnya, saya mendatangi ke kediaman bapak Jarwi di Pasar Minggu.

saya : Assalamualaikum

Bpk Jarwi : Wa’alaikumsalam. Silahkan masuk.

saya : Sesuai dengan janji pada hari sebelumnya, saya hari ini akan mewancarai seputar kehidupan Bapak. Ada waktu kan Pak?

Bpk Jarwi : Oh, silahkan. Kebutulan ini hari minggu. Saya tidak bekerja pada hari minggu. Ya, paling nanti ada kerjaan untuk mengurusi operasional IARGA.

saya : begitu ya pak, ngomong-ngomong mengenai IARGA itu apa sih pak?

Bpk Jarwi : IARGA itu singkatan dari Ikatan Anak Rantau Gangmalang. Merupakan suatu perkumpulan sosial yang bertujuan untuk membantu mensejahterakan anggotanya yang merupakan orang-orang yang berdomisili di Jakarta, bisa pedagang, pegawai, atau yang lainnya.

saya : Lalu, taukah bapak asal mula terbentuknya perkumpulan ini?

Bpk Jarwi : Jadi begini, berawal dari kepedulian terhadap teman yang masuk rumah sakit, teman-teman yang merupakan anak rantau dari desa Gangmalang, mulai mengumpulkan dana untuk menyumbangnya. Hingga kemudian terlintas pikiran untuk mendirikan suatu perkumpulan yang dapat mengakomodir kejadian serupa. Selain itu, dalam perkembangannya Iarga pun menyediakan pinjaman untuk modal usaha kepada anggotanya. Ya begitulah, agar uang dapat berputar.

saya : Oh, jadi itu yang menyebabkan perkumpulan ini bernamakan Gangmalang. Tapi dalam keanggotaan Iarga tidak hanya orang Gangmalang saja kan pak?

Bpk Jarwi : Yah, benar. Begitulah. Semua anak rantau boleh jadi anggota.

saya : Bolehkah saya mengetahui sistem manajemen dari Iarga.

Bpk Jarwi : Boleh saja, mengingat bahwa Iarga adalah milik orang banyak dan dalam kepengurusannya haruslah transparan. Jadi begini, sistemnya menyerupai suatu koperasi yangg setiap anggotanya iuran perbulannya 10 ribu. Uang yang terkumpul digunakan unutk kegiatan sosial, maupun untuk simpan pinjam. Untuk pinjam, anggota dikenai bunga 2.5% dan dibayar dengan diangsur, jika telat maka akan dikenai denda. Paling jika telatnya sampai beberapa hari, nanti kami beritahu. Jadi, tidak ada semacam debt collector, seperti yang ada di berita akhir-akhir ini.

saya : Bagus ya pak, mengingat bahwa meminjam uang di Bak rumit dan berisiko. Apalagi belakangan ini banyak terdapat kasus besar yang memperburuk citra perbankan Indonesia.

Bpk Jarwi : Iarga sendiri merupakan wadah non profit, mengingat Iarga milik orang banyak, dan merupakan perkumpulan sosial. Jadi keuntungan yang didapat akan dimasukkan dalam 4 point:

  • Point sht ( Santunan Hari Tua) untuk setiap anggotannya.
  • Kesehantan Anggota
  • Iuran yang dibayar setiap bulannya akan dikembalikan di hari tua, atau saat hilang keanggotaannya.
  • Bahkan absensi pun di hitung. Tiap kehadiran tiap bulannya akan mendapat uang intensif.

selain untuk anggotanya di jakarta, Iarga pun tak lupa terhadap pembangunan desanya. Dana untuk pembangunan desa adalah 10 % dari keuntungan yang didapat. Pembanguna meliputi pembangunan jaan, pengembangan olahraga, maupun meyediakan hiburan bagi warga desa. Begitulah kira-kira.

saya : Mengenai absensi, berarti setiap bulan Iarga selalu mengadakan pertemuan antar anggotanya ya pak?

Bpk Jarwi : Ya, Iarga setiap bulannya mengadakan perkumpulan untuk bermusyawarah tentang perkembangan organisasi, melaporkan keuangan, sehingga iarga ini merupakan suatu wadah yang transparan. Selain itu, didiskusikan pula masalah lainnya sesuai keadaan. Perkumpulan sendiri dilaksanakan bergiliran di tempat yang disediaakn masing-masing anggota. Untuk konsumsi, akan ditanggung oleh Iarga. Sehingga antar anggota dapat mengenal anggota lainnya.

saya : Maaf ya pak sebelumnya, kalau boleh tahu, berapa gaji bapak dalam mengurusi Iarga ini?

Bpk Jarwi : Tidak apa-apa dek, saya di Iarga tidak digaji, begitu pula dengan pengurus yang lain. Pengurusnya adalah sukarelawan. Yah, namanya juga perkumpulan sosial. Untuk amal. Jika ada kegiatan tak jarang dari anggota menyumbang secara sukarela.

saya : Jadi, pekerjaan bapak selain di Iarga apa saja pak?

Bpk Jarwi : Saya seorang pedagang. seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Jika hari minggu saya libur, dan ganti mengurusi Iarga. Saya pedagang sayur di Pasar Minggu.

saya: Sebagai seorang pedagang, apakah suka dukanya?

Bpk Jarwi : Seperti kebanyakan orang, jika dagangannya habis ya seneng, jika tidak ya susah. Trus ditambah lagi, waktu dini hari sudah harus bangun untuk menata dagangan. Mungkin itu aja dek.

saya : Adakah harapan bapak untuk kedepannya?

Bpk Jarwi : Pengen jadi orang sukses. Ingin mencoba pekerjaan lain, tapi  terkadang masih ragu untuk memulainya. Karena hidup seperti begini ya sudah Alhamdulillah. Walau bagaimanapun hidup perlu di syukuri. Yang penting dalam hidup ini itu bisa berguna bagi orang lain. Itu sudah cukup.

saya : Sepertinya sekian dulu pak, maaf sudah tanya yang aneh-aneh dan menyita waktu bapak. Terima Kasih banyak ya pak.

Bpk Jarwi : Sama-sama. saya malah seneng kok.

saya : Saya mohon pamit. Asalamualaikum

Bpk Jarwi : Wa’alaikumsalam

Dari wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa Bapak Jarwi adalah orang yang ramah, seorang yang terbuka, dan suka membantu orang lain. Ini pula lah yang seharusnya kita tiru. Rela bekerja untuk kepentingan banyak orang meski tidak digaji, karena sesungguhnya pahala lah gaji yang paling baik.


Nama: Bapak Sujarwi

Kediaman : Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Pekerjaan : Pedagang & Pengurus Iarga

Pendidikan Terakhir : SMA

IMG0020AIMG0021APicture0002 (2)Picture0004 (2)Picture0004Picture0006


nb: Bagian minta izin mengambil foto saya lewati.

About ervannur

Orang malam yang membicakan terang (G.I.E)

Posted on April 18, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. mantap rekk, patut dicontoh,, joss

  2. kepedulian hanya mudah diteorinya aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: